Saturday, May 26, 2012

Legal Writing: Keahlian yang harus dikuasai seorang Advokat profesional

Legal Writing: Keahlian yang harus dikuasai seorang Advokat profesional

Tidak lama lagi, berbagai perguruan tinggi akan melepaskan para lulusannya ke dunia nyata. Maksud saya dunia kerja tentunya. Setelah sekian lama berkecimpung dengan berbagai teori Hans Kelsen, Adam Smith dan materi akademis lainnya, para lulusan S1 ini akan bersaing merebut pekerjaan (tantangan akan lebih hebat lagi ditengah-tengah ekonomi yang lesu ini). Untuk lulusan hukum, ada yang memilih nasib untuk menjadi associate di sebuah law firm, polisi, jaksa, hakim, atau pegawai PNS lainnya, bahkan ada yang memilih menjadi ibu rumah tangga saja, dan melupakan segala ilmu yang memusingkan yang telah didapatkan di bangku universitas.
Tidak perlu berharap banyak pendidikan hukum penguruan tinggi di Indonesia akan menghasilkan pekerja hukum yang siap pakai saat itu juga. Karena apa? Karena memang demikian! Universitas tidak berfokus untuk menghasilkan pekerja profesional, karena materi yang diajarkan bersifat akademis 85% (bukan skills-oriented). Sebagian besar dosen-dosennya lebih berfokus pada pengajaran akademis bukan praktis, mereka bukan praktisi. Kalaupun praktisi ikut mengajar, tentu ketersediaan waktunya tidak akan se-intensif mereka yang sehari-hari berada di kampus.
Sebagian lagi disebabkan oleh factor si lulusan itu sendiri! Jika memang punya niat untuk menjadi pekerja profesional, dia seharusnya akan berusaha menguasai segala “senjata” yang diperlukan untuk bersaing dalam merebut peluang kerja yang ada. Salah satunya adalah kemahiran membuat penulisan hukum atau istilah kerennya: Legal Writing.
Apa itu Legal Writing? Penulisan Hukum secara umum mencakup menulis konsep-konsep legislasi, peraturan perundang-undangan, pendapat hukum, somasi, memorandum, kontrak, instrumen hukum ( misalnya: hipotek, fidusia, surat kuasa, dll.), replik, duplik, pledoi, dan sebagainya. Fungsi utamanya adalah mengkomunikasikan secara jelas hak dan kewajiban hukum dengan menghindari adanya kesimpangsiuran, ketidak jelasan arti serta timbulnya arti ganda. Jika penulisan tersebut mengakibatkan ketidakjelasan, itu adalah Bad Legal Writing! Penulisan hukum yang buruk.
Penulisan Hukum yang Baik tidak lain adalah Penulisan yang Baik, namun demikian tidak ada penulisan yang baik selain: Penulisan Ulang yang baik. Ya, benar, untuk memastikan tulisan kita sudah baik adalah dengan membaca tulisan tersebut dan memperbaikinya dengan menulis ulang, bahkan bisa berulang kali lebih dari sekali. Tips yang bisa digunakan adalah setelah tulisan dibuat, tinggalkanlah sejenak tulisan anda tersebut. Minum teh dulu sejenak. Kemudian baca lagi tulisan anda, tempatkan diri anda sebagai pembaca yang ditujukan, jika masih bingung setelah membacanya berarti ada yang salah dalam penulisannya…atau memang anda perlu kaca mata baru.
Berikut ada beberapa pemikiran untuk membuat sistematika penulisan guna suatu penulisan yang jelas dan jernih:
a) Adanya kejelasan akan maksudnya (Kenapa dan kepada siapa anda menulisnya)
b) Penegasan fakta-faktanya (Bedakan mana fakta dan yang mana adalah asumsi, praduga dan pendapat. Fokuskan pada keterkaitannya)
c) Analisa yang logis terhadap keterkaitan fakta-fakta dan hukum yang berlaku (gunakan metode IRAC: Issue, Rules, Application & Conclusion).
d) Buat kesimpulannya (Apa rekomendasi, permohonan, tuntutan, permintaan yang anda putuskan? Adakah tindakan atau respons yang anda harapkan dari si pembaca?)
Umumnya penulisan suatu pendapat hukum, memorandum dan somasi mengikuti struktur sebagai berikut:
a) Pernyataan fakta-fakta yang ada;
b) Permasalahan atau pertanyaan yang ada;
c) Mengidentifikasikan peraturan-peraturan yang berlaku;
d) Penerapan peraturan tersebut terhadap permasalahan yang ada; dan
e) Kesimpulan dan/atau tuntutan.
Untuk lebih efisien dalam penulisan hukum adalah dengan cara terlebih dahulu membuat outline penulisan. Hal seperti ini diajarkan sejak bangku sekolah dan saat menyusun skripsi untuk tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Jika memang lulusan tersebut juga tidak mampu melakukannya, berarti memang dia sering melakukan copy & paste dalam menyelesaikan tugas-tugas penulisan semacam itu sewaktu di kampus. Yang perlu diingat adalah bahwa keterampilan penulisan hukum yang baik dan efisien itu adalah sebuah proses. Kemahiran tersebut akan terus terasah dengan bertambahnya pengalaman kita dalam melakukannya.
Penulisan yang efektif memberikan hasil yang lebih cepat untuk dibaca, mudah untuk dimengerti, dan mudah untuk diingat. Oleh sebab itu, Penulisan yang Baik adalah cenderung untuk mempengaruhi pembaca dan mencapai hasil yang diinginkan. Jika itu tercapai, sudah bisa dikatakan anda mahir dalam melakukan Legal Writing.
Tentu jika para mahasiswa menyadarinya untuk bisa menguasai kemahiran ini sejak awal, dialah yang akan memenangi persaingan di dunia nyata. Khususnya jika kelak nanti lulus dan berniat menjadi advokat profesional.

No comments:

Post a Comment

Yudha Wicaksana, S.H. Advokat/Konsultan Hukum yang berdomisili di Perumahan Jatimulya Blok F no 160 Bekasi Timur.

Aku lulus dari Fak. Hukum Universitas Merdeka Malang Jawa Timur Yang merupakan Kota Pelajar pada tahun 2006 dan setelah melalui proses perjalanan yang panjang pada tahun 2009 kebetulan sekali aku langsung diterima bekerja di Kantor Hukum Ahmad Drajat Siswa Utama SH MH & Partners Malang Jawa Timur selama bergabung dan diterima di kantor hukum pak drajat banyak pengalaman berharga yang aku peroleh dari menghadapi klien dan menangani kasus kasus yang rumit dan belum pernah aku jalani selama hidup ini yang membentuk mental agar lebih kuat karena kita tahu bahwa advokat itu juga sama dan sejajar dengan para penegak hukum lainya yang membedakan hanyalah kita dibayar oleh klien bukan dari pemerintah, walaupun pada awalnya aku kurang menyukai bidang ini, karena cita-cita ingin jadi Pengusaha….berhubung biaya untuk Untuk Menjadi Pengusaha terlalu mahal bagiku, namun setelah hampir 2 tahun sebagai konsultan lama-lama asyik juga ya…akhirnya aku ingin meningkatkan kualitasku sebagai Advokat. Tahun 2012 ini resmilah aku sebagai Advokat untuk wilayah kerja seluruh indonesia. Namun Beban berat dipundak masih banyak yang harus di pelajari lebih mendalam lagi

Aku bahagia bila dapat memberikan yang terbaik kepada Klien-klienku. Asalkan Klienku puas dengan kerjaku bagiku itu yang terbaik.

Kini telah 3 tahun aku menekuni bidang ini…disinilah aku dapat berkarya dan menyumbangkan segala pikiran dan tenagaku untuk mereka yang membutuhkan.

Semoga sampai akhir hayat aku masih dapat memberikan yang terbaik untuk orang2 disekitarku.

Bila ada rekan2 yang ingin berkonsultasi silahkan kirim email ke y4dha@yahoo.com mudah2an saya dapat membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapi.